Aksesoris Hanbok Yang Wajib Diketahui

Kita mengenal hanbok sebagai pakaian tradisional  masyarakat Korea, Cara menggunakan Hanbook Juga sangat mudah. Informasi melalui Notes Korea Tourism Organization Indonesia, Hanbok pada saat ini mengacu pada “pakaian gaya Dinasti Joseon” yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional. Ternyata nih, pakaian  tradisional orang Korea yang satu  ini di Indonesia cukup laris manis, loh, hmm.. terutama oleh-oleh souvenir  hanbok .

Ternyata Kebudayaan  itu membuat suatu bangsa menjadi berwana dan unik, seperti budaya Korea yang selalu menginspirasi saya.  Hanbok selalu mengisnpirasi saya ntuk memakainya pada acara-acara formil tertentu. Berhubung saya sangat cinta budaya Korea, mungkin bisa jadi ajang untuk memperkenlkan juga hanbok di Indonesia.

Guys , ternyata mengenakan hanbok bukan hanya sekedar mengenakannya saja loh, ada banyak aksesoris hanbok yang sepertinya wajib kta ketahui. Lewat Fanpage Korea Tourism Organization Indonesia, saya mendapatkan beberapa informasi seputar aksesoris hanbok. Untuk melengkapi pemaaman saya  dan juga kalian, ngak ada salahnya dong jika kita mengenal aksesoris apa saj yang dipakai ketika kita mempergnkan hanbok.

Jokduri

 

Sejenis mahkota yang dikenakan oleh wanita untuk menyempurnakan tambilan bersama gaun upacara. Biasanya dipakai bersama-sama dengan Wonsam (mantel panjang pengantin). Gabus dan kapas dimasukan lalu ditutupi dengan kain sutra, dan hiasan cloisonne ditempatkan di atas.

Hwagwan

 

Sebuah mahkota yang dikenakan oleh wanita bersamaan dengan gaun upacara. Dihiasi dengan ornamen kupu-kupu, lima warna manik-manik, dan benang emas, lebih mewah dari jJokduri dan sebagian besar dipakai dengan Hwarot atau Dangui.

Jobawi

 

Sebuah topi musim dingin untuk perempuan. Biasanya terbuka dibagian atas topi, dan sisi-sisinya dibulatkan untuk menutupi telinga. Hal ini umumnya terbuat dari sutra hitam dengan Jumbai yang tergantung di depan dan belakang. Batu-batuan terkadang menghiasi Jumbai. Emas atau manik-manik juga digunakan untuk designnya chingudeul.

Samo

Sekilas kita melihatnya seperti topi batu ya, heehhe… Samo merupakan sebuah topi yang dikenakan bersama dengan dalleyong/ Jubah oleh para pejabat sebagai pakaian sehari-hari.

Gat

Topi yang satu ini juga cukup unik loh, Gat merupakan suatu jenis topi yang dikenakan oleh kaum pria di Dinasti Joseon. Hal ini dikenakan dengan po (pakaian dinas) oleh pejabat di luar rumah mereka.

Nambawi

 

Nambawi merupakan sebuah topi musim dingin yang dipakai oleh pria dan wanita untuk menutupi dahi, leher bagian atas, dan telinga. Topi ini juga sering disebut pungdaengi.

Hogeon

Tutup kepala yang dikenakan oleh anak laki-laki pada Dinasti Joseon. Hal ini mirip dengan Bokgeon, tetapi bagian atas topi terbuka dan pola telinga, mata, dan jenggot yang disulam untuk menunjukkan desain harimau. Hal ini biasanya dikenakan dengan Obangjang durumagi, Jeonbok, atau Sagyusam.

Gulle

Penutup kepala yang didesign untuk memberi kehangatan kepada anak-anak.  Sebagian besar dipakai oleh anak laki-laki dan perempuan berusia satu tahun sampai lima tahun.

Ayam

Ayam disini bukan sejenis unggas loh teman-teman, Ayam merupakan sebuah topi musim dingin yang dipakai oleh kaum perempuan. Tidak menutupi telinga, dan beberapa dilapisi dengan bulu. Sebuah Daenggi panjang menggantung di bagian belakang, yang disebut Ayamdeurim, dan kadang-kadang dihiasi dengan batu giok atau batu ambar.

Dwikkoji

Dwikkoji merupakan aksesoris yang dipakai untuk wanita. aksesori tersebut dapat diikat pada rambut kaum perempuan pada Dinasti Joseon. Penggunaannya sangat mudah seperti jepitan rambut.

Norigae

Salah satu aksesoris utama bagi wanita. Liontin Norigae secara biasa digunakan oleh wanita istana kerajaan serta rakyat jelata. Ada 2 jenis utama yaitu liontin Sanjak Norigae (sebuah liontin dengan tiga ornamen) dan danjak Norigae (sebuah liontin dengan satu ornamen). Samjak Norigae ini kembali dibagi menjadi Daesamjak dan Sosamjak. Ada banyak jenis Norigae, termasuk Jangdo, Su, Hyangnang, Horibyeong, Samcheonju, Baneuljip, dan Soknorigae.

Binyeo

Sebuah jepit rambut yang digunakan untuk menahan mahkota atau wig dan menahan kepangan atas pada rambut. Binyeo digunakan selain untuk mempercantik diri juga untuk status sosial. Disebut juga sebagai Yongjam, Bongjam, Jukjam, Mokryeokjam, Maejukjam, atau Jukjeoljam tergantung pada hiasan di bagian atas Binyeo. Bahan, bentuk, ukuran, dan pola binyeo sangat bervariasi.

Cheopji

Hiasan ditempatkan pada bagian atas rambut kusut ketika wanita mengenakan gaun upacara. Biasa dibuat dengan perak dengan bentuk kodok.

Daenggi

Sebuah pita yang digunakan untuk mengikat dan menghias rambut yang panjang. Ada berbagai macam jenisnya, seperti Jebiburi daenggi, Apdaenggi, Doturak daenggi, dan Goidaenggi.

Well, ternyata banyak sekali yah, aksesoris hanbok yang sebelumnya tidak kita ketahui. Nah, sekarang kita sudah tahu kan bahwa mengenakan hanbok plus aksesorisnya merupakan sebuah kebuadayaan Korea juga  yang wajib kita ketahui. Untuk bahan referesnsi kalian juga bisa loh lihat di Fanpage KTO Indonesia.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s