Amankah, Angkutan Umum Untuk Wanita?

Lagi-lagi korban pemerkosaan yang terjadi akhir-akhir ini membuat saya sedikit paranoid untuk naik angkutan umum, tidak tanggung-tanggug pelakunya nekat melakukan aksi bejat tersebut di dalam angkot. Huuuhh,, gerah saya mendengarnya, kejadiaan ini sungguh menyayat hati setiap perempuan dimanapun termasuk saya. Saya jadi berfikir, sebagai wanita yang beraktifitas keluar rumah, keamanan dan keselamatan wanita sampai saat ini dirasakan belum menjamin. Belum bisa membuat wanita aman akan aksi-aksi sadis dari ulah orang-orang yang tidak bermoral.

Singkat cerita yang saya kutip dari detik.com tempo hari lalu ” kejadian ini tepatnya hari kamis,1 september 2011,RS (nama tidak dipublikasikan) turun dari Kopaja P-19 jurusan Tanah Abang-Ragunan di perempatan Cilandak (ujung Jl Ampera) usai pulang kerja. Di Cilandak, RS berniat menyambung perjalanan dengan angkutan umum lainnya menuju Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Tiba-tiba ada angkot D-02 jurusan Pondok Labu-Ciputat dengan nomor polisi B 8369 CN menghampiri RS. Sopir angkot tersebut yang kemudian diketahui bernama Yogi menawari RS naik dan menyebut angkot juga akan menuju ke Pasar Rebo. Padahal angkot ini bukan jalur ke arah Pasar Rebo.
Karena sudah malam dan RS melihat ada penumpang juga di dalam angkot, RS tak menaruh curiga. RS lalu naik ke dalam angkot.
Namun bukannya menuju ke arah Pasar Rebo, angkot malah putar balik ke Lebak Bulus. 3 Pria yang tadinya diduga penumpang, menutup pintu angkot dan mematikan lampu angkot.
Saat di perempatan Cilandak Trakindo, komplotan pria bejat itu melancarkan aksinya. RS diperkosa saat angkot berputar-putar di sepanjang Jl TB Simatupang. Komplotan ini juga merampas telepon seluler RS berupa Blackberry dan Esia.
Setelah diperkosa, RS lalu diturunkan di daerah Ciganjur, Jakarta Selatan. Malam itu juga, RS melaporkan kejadian pemerkosaan ini ke Polsek Cilandak”.

Begitupun kejadian ini adalah musibah, namun sepintas dari berita yang saya baca akhir-akhir ini malah terkesan pelaku merencanakan perbuatan asusila ini sebelumnya. Untungnya saat ini pelaku berhasil dibekuk oleh Polisi. Saya sebagai penumpang angkutan umum merasa gerah, takut, was-was bahkan menjadi paranoid sendiri. Apalagi jika harus pulang malam sampai dirumah.

Menyeramkan, kejadian ini pasti memberikan pukulan berat pada RS dan keluarga, Dan tentunya wanita indonesia, terutama pengguna angkutan umum seperti saya ini. Kejadiaan ini pun sempat menimbulkan protes oleh sejumlah wanita yang berdemonstrasi di bundaran HI, berapa hari lalu. Aksi tersebut bermula dari pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi bowo. Mereka mengecam pernyataan Fauzi Bowo yang menyatakan:

 “Bayangkan saja kalau orang naik mikrolet duduknya pakai rok mini, kan agak gerah juga. Sama kayak orang naik motor, pakai celana pendek ketat lagi, itu yang di belakangnya bisa goyang-goyang,” katanya sembari bercanda. Pencegahan yang dimaksud Foke adalah tidak menggunakan pakaian “mengundang” dan perhiasan yang berlebihan. “Harus menyesuaikan dengan lingkungan sekelilingnya supaya tidak memancing orang melakukan hal yang tidak diinginkan,” katanya.”

Meskipun disini saya tidak membela siapa yang benar dan siapa yang salah, namun tetap saya mengecam keras aksi bejat “ PEMERKOSAAN” tanpa pandang bulu. Jika bicara masalah pakaian yang dikenakan itu masing-masing individu saja untuk menjaga dirinya. Ini mejadi pembelajaran juga sebenarya. Tidak perlu protes, dan tidak perlu melontarkan pernyataan yang menimbulkan perbedaan, Seolah wanita tertentu saja yang berhak dibela. Untuk urusan yang bukan urusan sepele ini, baiknya pun kita tidak perlu mendiskriminasi siapapun.

Terpaut dari kasusus diatas, meberikan pelajaran berharga pada kita, bahwa selaku wanita harus senantiasa waspada terhadap aksi bejat orang jahat. Dan untuk pemerintah agar melakukakn tindakan yang  tegas untuk menanggulangi masalah tersebut. Atau mungkin dinas transportasi dan perhubungan memberikan fasilitas angkutan umum khusus wanita, guna menjaga keamanan dan keselamatan dari tindak kejahatan. Ini pertanyaan terakhir saya untuk untuk pemerintah, Amankah, Angkutan umum untuk wanita?.

sumber gambar : http://pujonugroho.wordpress.com/,www.detik.com

2 thoughts on “Amankah, Angkutan Umum Untuk Wanita?

  1. Angkutan kota adalah andalan kaum perempuan. Perempuan cenderung menjadi captive user dari angkutan umum, seperti metromini atau angkot. Meskipun demikian, angkot belum memenuhi kebutuhan atas kenyamanan dan keselamatan bagi perempuan.

    Pengambil kebijakan bidang transportasi kota kita umumnya didominasi oleh kaum laki – laki, sehingga sulit menyamakan pemahaman atas masalah yang dihadapi kaum perempuan. Sederhana saja, tempat duduk pada angkot seharusnya nyaman digunakan oleh perempuan yang menggunakan rok mini sekalipun….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s