Kenapa Harus Memakai “ Kacamata Kuda” ?

Sering kan denger sebutan atau istilah “Kacamata Kuda”. Ini dia yang menjadi topik hangat yang ingin sedikit saya angkat. Kacamata kuda atau istilah yang sering kita pakai untuk menggambarkan pribadi manusia yang sifatnya apatis. Kenapa apatis? Hmmm… sebenernya tidak mau menyebutnya apatais mungkin lebih ke egoistis dalam diri seseorang. Mereka-mereka ini yang disebut kacamata kuda ialah orang yang bisa diartikan tidak peduli dengan keadaan sekitar, mereka hanya yakin bahwa apa yang mereka lakukan ialah” yang paling benar” .

Lucu ya,….! meskipun lucu namun ini terjadi loh di lingkungan kita. Bahkan kalo mau tahu sebutan kacamata kuda akhir-akhir ini sering disudutkan pada orang-orang / pejabat-pejabat tinggi negara yang kelakuannya sikat kanan-sikat kiri , kalo dibilang orang sunda mah “ sabodo teuing”  ngak peduli degan kritik, masukan, ataupun saran yang penting bisa jalan terus. Mereka ini sebagian menganut paham ilmu” praktis” mungkin.

Saya menyebutnya orang-orang yang mengenakan kacamata kuda ini merupakan orang-orang yang salah arahan, atau mungkin disebut orang-otrang “keblinger”. Ya kurang lebih seperti itu, sebab orang-orang tipe ini kononnya dari dulu ngak pernah peduli akan keberadan orang lain. Dia menganggap mereka yang paling bener, padahalkan gak ada yang namanya orang bener yang ada itu orang yang bisa menyadari eksistensi kekurangan dan kelebihan di dalam diri.

Lalu dimana kita bisa menilai dan melihat sosok orang  yang mengenakn kacamata kuda? Padahal ngak usah jauh-jauh nih fakta nya aja dah tergambar dari :

-Banyak pemimpin negara yang gak peduli lagi dengan kepedulian rakyat miskin. Mereka ”se’enak udelnya” buat sikat kanan siakt kiri, alih-alih mengikis korupsi, padahal cuma dijadiin tameng aja buat menutupi kekurangganya.

-Kalo di lingkungan kampus, banyak juga mahasiswa-mahasiswi yang meganggap mereka adalah mahasiswa berbobot dan berprestasi padahal kalian juga tahu yang namanaya kampus itu pasti tempat diamana yang tadinya kalian ngak tahu menjadi orang yang tahu. So.. gak ada yang namanya mereka yang pinter dengan sendirinya. Jangan jadiin ortu kalian sebagai alasan untuk  menjadi orang yang mengenakan kacamata kuda.

-Di Lingkungan kerja contohnya, para karyawan satu dengan yang lain ngak tanggung-tanggung buat saling menjatuhkan demi sebuah kata yang namanya” jabatan” kabarnya mereka ini yang mengenakan kacamata kuda merasa diri mereka lebih bisa, lebih perfect, dan lebih berpendidikan di banding dengan karyawan yang tarafnya dibawah mereka,. Konon katanya kata seorang fisalfat menyatakan bahwa” kita tuh hanya memiliki 1% bakat, namun 99% adalah kemauan. Jadi kenapa harus mengenakan kacamata kuda.?.

Cukup membuat saya geli dan sedikit menggelitik, Sebutan kacamata kuda yang sering diartikan orang-orang yang gak mau melihat kanan-kiri , depan-belakang merupakan sebutan yang sering menjadi gambaran bagi manusia-manusia yang memiliki ilmu namun ngak memiliki yang namanya rasa. Banyak orang yang pinter di dunia, namun sedikit saja  bagi mereka yang faham. Tanpa kacamata kuda sbebenernya kita juga bisa menjadi pribadi yang menyenangkan loh.., so be your self aja…!.

Sumber gambar : yonikalarasati.blogspot.com, fiscuswannabe.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s